29.830 Calon Manajer KDKMP Masih Tunggu Penempatan, Ini Kata Wamenkop
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. ANTARA/HO-Kemenkop
JAKARTA—Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan karyawan koperasi desa (kopdes) merah putih akan direkrut dari warga desa setempat, bukan melalui mekanisme terpusat seperti rekrutmen manajer.
"Nanti, ada dari desa juga, kita akan melibatkan pengurus koperasi desa yang sudah ada. Mereka diberi kesempatan untuk menjadi karyawan di kopdes merah putih," ujar Ferry saat ditemui usai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin.
Ia menambahkan bahwa selain pengurus dan masyarakat desa, pemerintah juga membuka kesempatan bagi penerima bantuan sosial (bansos) khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja di koperasi.
"Penerima manfaat juga bisa membantu menjadi karyawan pekerja yang sifatnya kasir, sekuriti, sopir, dan lain sebagainya. Pokoknya kita akan libatkan masyarakat di desa itu," ucap dia.
Ferry menegaskan rekrutmen untuk posisi seperti kasir, sopir, dan tenaga pendukung lainnya akan dilakukan oleh masing-masing desa.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan tenaga kerja pendukung yang direkrut untuk kopdes merah putih wajib berasal dari desa setempat.
Agrinas mendapat mandat sebagai penanggung jawab pembangunan fisik kopdes merah putih dan akan menjalankan pengelolaan koperasi pada dua tahun awal sebelum diserahkan kepada pengurus.
Joao menambahkan prioritas diberikan kepada penerima PKH, sementara warga dari luar desa tidak diperkenankan ikut serta.
Ia menjelaskan proses rekrutmen dilakukan melalui kepala desa dan sekretaris desa.
Joao menyebut setiap koperasi desa akan memiliki 17 karyawan di luar manajer.
Dengan skema tersebut, pemerintah memperkirakan sebanyak 1,56 juta warga desa akan memperoleh kesempatan kerja baru melalui program kopdes merah putih.
Tentang Kopdes Merah Putih
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merupakan program yang diinisiasi Pemerintah Pusat untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional dan modern.
Kopdes Merah Putih diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, mulai dari pengelolaan hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program ini juga didukung dengan rekrutmen tenaga profesional muda agar tata kelola koperasi lebih transparan, efisien, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut koruptor dapat dijatuhi hukuman mati sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.