Sambungan Listrik Gratis untuk 225.000 Rumah Tangga

Newswire
Newswire Selasa, 14 Juli 2026 17:22 WIB
Sambungan Listrik Gratis untuk 225.000 Rumah Tangga

Sebanyak 225.000 rumah tangga prasejahtera, terutama di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), dapat menikmati sambungan listrik gratis seiring berlanjutnya Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada 2026. /Antara.

JAKARTA—Sebanyak 225.000 rumah tangga prasejahtera, terutama di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), dapat menikmati sambungan listrik gratis seiring berlanjutnya Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada 2026.

Target dan Sebaran Wilayah

(Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per 11 Maret 2026)
Total Target: 225.000 rumah tangga
Rincian sebaran per wilayah:

* Sumatera: 60.700
* Jawa: 115.700
* Kalimantan: 17.200
* Sulawesi: 19.500
* Nusa Tenggara: 9.200
* Maluku-Papua: 2.700

Fasilitas yang Diberikan

* Instalasi rumah dengan 3 lampu dan 1 stop kontak
* Sertifikat laik operasi instalasi
* Sambungan PLN daya 900 VA
* Token listrik awal sebesar Rp100.000

Kriteria Penerima Manfaat

1. Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
2. Berdomisili di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
3. Mendapat validasi kepala desa/lurah atau pejabat yang setingkat.

Manfaat Bantuan

* Meningkatkan pemerataan rasio elektrifikasi nasional. Rasio elektrifikasi telah mencapai 99,83% hingga kuartal I-2026.
* Meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas ekonomi masyarakat.
* Mendorong peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Realisasi Program BPBL dari Tahun ke Tahun

(Data Kementerian ESDM)
* Tahun 2022: 80.183 rumah tangga
* Tahun 2023: 131.600 rumah tangga
* Tahun 2024: 155.429 rumah tangga
* Tahun 2025: 220.845 rumah tangga

"Anak-anak yang lahir di desa tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena belum ada listrik. Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses listrik."— Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna mengatakan pemerintah menargetkan sebanyak 225.000 rumah tangga bisa tersambung listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) hingga akhir tahun 2026.

“BPBL-nya target kita awalnya memang di peta jalan itu ada 250.000 rumah tangga namun kemarin karena ada efisiensi anggaran, sementara kita targetnya di tahun 2026 ini adalah 225.000 rumah tangga yang akan kita sambungkan,” kata Andriah dalam media briefing Indonesia Solar Summit 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan secara nasional program BPBL sudah berlangsung dari tahun 2022 hingga tahun 2025, dan sudah menyasar 588.069 rumah tangga berhasil tersambung listrik.

Selama tahun 2025 sudah ada 220.845 rumah masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan dari program ini dan berhasil teraliri listrik, dari target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 215.000 rumah.

Ia mengatakan realisasi target BPBL menyesuaikan dengan efisiensi anggaran DIPA awal setelah penajaman sebesar Rp9,34 triliun, yang akan difokuskan pada program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan pelayanan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online