Prabowo: Negara Hemat Devisa Rp170 Triliun dari B50

Newswire
Newswire Selasa, 14 Juli 2026 17:12 WIB
Prabowo: Negara Hemat Devisa Rp170 Triliun dari B50

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Program B50 yang mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam BBM jenis solar itu untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan energi di Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bay/foc/pri.

KARAWANG—Presiden Prabowo Subianto mengatakan penerapan mandatori biodiesel B50 akan memberikan dampak besar bagi penguatan ekonomi nasional dengan menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 10 miliar dolar AS setiap tahun.

Presiden menegaskan bahwa penghematan tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak dalam mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber daya alam nasional.

"Kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp170 triliun. 10 miliar dolar (AS) kita hemat," kata Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Menurut dia, penghematan sekitar 10 miliar dolar AS dari program mandatori biodiesel B50 menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

Dia mengatakan pemerintah juga terus mengupayakan efisiensi di sektor lain guna memperkuat keuangan negara. Salah satunya melalui pemberantasan penyelundupan komoditas, termasuk timah, yang dinilai berpotensi menghemat devisa hingga 2-3 miliar dolar AS.

"Kita hemat di sini 10 miliar dolar (mandatori B50), nanti kita hemat di beberapa tempat. Penyelundupan timah, kita hemat 2-3 miliar dolar, dan sebagainya," katanya.

Presiden menegaskan berbagai langkah efisiensi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional, meningkatkan ketahanan energi, dan memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan penerapan mandatori biodiesel B50 dapat menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun karena mengurangi kebutuhan Indonesia mengimpor solar.

Angka tersebut meningkat dari penerapan kebijakan mandatori B40 yang menghemat devisa sebesar Rp133,3 triliun.

Selain menghemat devisa negara, program B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun; menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada 2026.

Program mandatori B50 yang resmi diberlakukan pemerintah mulai 1 Juli 2026, merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi dan energi Indonesia. Melalui kebijakan ini impor BBM bakal berkurang, nilai tambah CPO meningkat dan emisi gas rumah kaca bisa ditekan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online