Raudi Akmal Ditahan Terkait Korupsi Dana Hibah, Ini Kronologi Kasusnya
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. ANTARA/HO-Kemenkop
JAKARTA—Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan karyawan koperasi desa (kopdes) merah putih akan direkrut dari warga desa setempat, bukan melalui mekanisme terpusat seperti rekrutmen manajer.
"Nanti, ada dari desa juga, kita akan melibatkan pengurus koperasi desa yang sudah ada. Mereka diberi kesempatan untuk menjadi karyawan di kopdes merah putih," ujar Ferry saat ditemui usai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin.
Ia menambahkan bahwa selain pengurus dan masyarakat desa, pemerintah juga membuka kesempatan bagi penerima bantuan sosial (bansos) khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja di koperasi.
"Penerima manfaat juga bisa membantu menjadi karyawan pekerja yang sifatnya kasir, sekuriti, sopir, dan lain sebagainya. Pokoknya kita akan libatkan masyarakat di desa itu," ucap dia.
Ferry menegaskan rekrutmen untuk posisi seperti kasir, sopir, dan tenaga pendukung lainnya akan dilakukan oleh masing-masing desa.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan tenaga kerja pendukung yang direkrut untuk kopdes merah putih wajib berasal dari desa setempat.
Agrinas mendapat mandat sebagai penanggung jawab pembangunan fisik kopdes merah putih dan akan menjalankan pengelolaan koperasi pada dua tahun awal sebelum diserahkan kepada pengurus.
Joao menambahkan prioritas diberikan kepada penerima PKH, sementara warga dari luar desa tidak diperkenankan ikut serta.
Ia menjelaskan proses rekrutmen dilakukan melalui kepala desa dan sekretaris desa.
Joao menyebut setiap koperasi desa akan memiliki 17 karyawan di luar manajer.
Dengan skema tersebut, pemerintah memperkirakan sebanyak 1,56 juta warga desa akan memperoleh kesempatan kerja baru melalui program kopdes merah putih.
Tentang Kopdes Merah Putih
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merupakan program yang diinisiasi Pemerintah Pusat untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional dan modern.
Kopdes Merah Putih diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, mulai dari pengelolaan hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program ini juga didukung dengan rekrutmen tenaga profesional muda agar tata kelola koperasi lebih transparan, efisien, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Kopdes Merah Putih disiapkan untuk melawan rentenir dan tengkulak. Bisakah koperasi desa menjadi solusi pembiayaan dan pemasaran bagi petani.
Jadwal Piala Dunia 23 Juni 2026 lengkap dengan klasemen sementara semua grup terbaru. Inggris, Argentina, dan Prancis bersaing ketat.
Program bedah rumah siswa Sekolah Rakyat naik menjadi 10.000 penerima pada 2026. Bantuan BSPS senilai Rp20 juta disalurkan untuk renovasi rumah layak huni.
Gojek dan Grab resmi menerapkan potongan komisi ojol 8% mulai 1 Juli 2026. Pengemudi berpotensi menerima 92% pendapatan per transaksi.