Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam acara media gathering 100 Hari Kerja, di Jakarta, Jumat (7/6/2024). - ANTARA/Aji Cakti
JAKARTA—Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan empat paket pengadaan tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) selesai.
"Kementerian ATR/BPN sebetulnya telah melakukan pengadaan tanah, terdapat 21 paket pengadaan tanah dan di minggu-minggu terakhir ini ada empat paket pengadaan tanah yang telah selesai. Sedangkan beberapa paket pengadaan tanah masih on going, ada 9 paket." ujar AHY, di Jakarta, Jumat.
Empat paket pengadaan tanah tersebut, di antaranya untuk infrastruktur IKN Tahap 1, Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), Jalan Shortcut Pasar Sepaku, dan Jalan Tol Akses menuju IKN.
"Ini juga penting karena pengadaan tanah itu yang menjadi landasan awal sebelum kita bisa melakukan pembangunan apa pun seperti infrastruktur contohnya di IKN di mana ini yang tentunya juga terus menjadi perhatian publik. Kita tahu dalam beberapa hari yang lalu ada penugasan baru kepada Menteri PUPR sebagai Plt Kepala OIKN dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) sebagai Plt Wakil Kepala OIKN, di antaranya tentu untuk bisa segera menuntaskan berbagai urusan di IKN," kata AHY.
AHY pada pekan-pekan awal setelah dilantik oleh sebagai Menteri ATR/Kepala BPN berkunjung langsung ke IKN
"Saya sendiri di minggu-minggu pertama telah berkunjung secara langsung ke IKN untuk melihat apa saja yang menjadi kendala di lapangan, dan ternyata memang dari sejumlah lahan masih ada pendudukan masyarakat di sejumlah titik. Inilah yang seringkali setiap saya mendapatkan pertanyaan dari teman-teman media terkait hal tersebut, kami menjelaskan berulangkali kita ingin prinsip dan semangatnya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur di IKN. Namun juga tidak boleh atas nama percepatan pembangunan kemudian kita menggusur masyarakat tanpa diberikan kepastian dan harapan hidup," katanya pula.
Menurut dia, hal ini tidak boleh terjadi karena ini juga yang menjadi penekanan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa tidak boleh ada masyarakat yang menjadi korban atas pembangunan yang dilakukan di IKN.
"Ini sedang dibereskan, karena tadi saya bertanya kepada Bapak Wamen ATR/BPN apa yang menjadi masalah? Bahwa tinggal dieksekusi saja sebetulnya. Jadi bukan lagi masalah yang sangat ruwet, tetapi tinggal dieksekusi secara tepat sasaran agar kalau perlu ganti rugi, relokasi, Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) dilakukan dengan baik, humanis dan tidak meninggalkan bom waktu atau masalah-masalah di kemudian hari," ujar AHY.
Pada prinsipnya Kementerian ATR/BPN akan mempercepat segala urusan dan segera menerbitkan sertifikat asalkan tanah tersebut sudah clean and clear. "Prinsipnya kita percepat hal-hal tersebut," ujar AHY pula. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.