BTS Jadi Grup Pop Pertama Raup Penjualan Tiket Rp8,95 Triliun
BTS menjadi grup pop pertama yang mencatat penjualan tiket kumulatif lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,95 triliun.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (kiri depan) dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menkominfo dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di DPR RI, Jakarta, Kamis (27/6/2024). (ANTARA/Fathur Rochman)
JAKARTA—Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa pihaknya telah memenuhi permintaan pencadangan (backup) data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Permintaan pencadangan data tersebut dilakukan terkait serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang juga berdampak terhadap layanan Kemendikbudristek.
"Jadi ada permintaan dan semua permintaan sudah dipenuhi, ada enam kali permintaan," kata Semuel dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menkominfo dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di DPR RI, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Pernyataan Semuel tersebut untuk menjawab pertanyaan dari Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid tentang adanya permintaan pencadangan data dari Kemendikbudristek kepada Kementerian Kominfo untuk data-data KIP atau beasiswa anak sekolah.
"Apakah betul pernah ada permintaan backup dari Kementerian Pendidikan dan Budaya untuk data-data KIP atau beasiswa anak sekolah? Karena setiap ada backup ini kuasa anggarannya ada di Kominfo. Jadi mereka harus minta izin dari Kominfo lebih dahulu," kata Meutya.
BACA JUGA: Konflik Kelompok Suporter Warga Turi Diculik dan Dianiaya, Pelaku Ditahan Polisi
Semuel memastikan bahwa semua data Kemendikbudristek sudah terlindungi. "Sudah tercover," ucap dia.
Sementara itu, Direktur Delivery & Operation Telkomsigma, I Wayan Sukerta menambahkan bahwa data Kemendikbudristek saat ini sedang dalam proses restorasi atau pemulihan.
"Kalau kita lihat untuk Kemendikbud memang diproses restore yang kita lakukan, itu datanya ada. Jadi saat ini masuk dalam proses restore," kata Wayan.
Wayan mengatakan data yang telah dipulihkan tersebut nantinya akan melalui proses pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan data tersebut aman dari infeksi ransomware.
"Jika nanti tidak terinfeksi, kami lakukan dengan proses berikutnya untuk melakukan penguatan, juga beberapa prosedur pengamanan supaya pada saat dinaikkan kembali itu aman," kata dia.
Sejumlah layanan publik pada Kamis (20/6) sempat mengalami kendala akibat adanya gangguan pada PDNS 2.
Setelah ditelusuri didapatkan fakta bahwa PDNS 2 mengalami serangan siber berupa ransomware bernama Brain Cipher sebuah varian baru dari ransomware Lockbit 3.0.
Hingga Selasa (25/6/2024) teridentifikasi ada sebanyak 282 instansi yang terimbas dari insiden PDNS 2. Pemerintah pun segera fokus melakukan pemulihan beragam layanan publik yang terdampak dan sekaligus melakukan investigasi berupa forensik digital. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BTS menjadi grup pop pertama yang mencatat penjualan tiket kumulatif lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,95 triliun.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.