Anggaran Pendidikan 2027 Rp820,9 Triliun, Termasuk Rendah di ASEAN
Anggaran pendidikan RI 2027 mencapai Rp820,9 triliun. Simak perbandingan rasio pendidikan Indonesia dengan negara ASEAN.
Arsip - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan uji coba makan bergizi gratis di SDN 1 Langkai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (4/11/2024). Program makan bergizi gratis tersebut sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi pada anak guna mencegah stunting dan mempersiapkan generasi emas Indonesia. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/agr
JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) meyakini produksi pangan dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibuat oleh Presiden Prabowo, mengingat pada tahun 2025 tidak ada tantangan iklim yang mempengaruhi produksi hasil pertanian.
"Untuk di 2025, kita dari Kementan sangat optimis karena pertama kita Insya Allah tidak ada kemarau, kemudian kita sudah melakukan beberapa program seperti pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, sehingga kita yakini untuk mendukung program makan bergizi gratis atau untuk mencukupi ketersediaan pangan kita," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro di Jakarta, Senin.
Yudi mengatakan, Indonesia memiliki potensi produksi pangan yang besar, hal itu karena saat ini ada 7,3 juta hektare lahan sawah, dan terus mengupayakan untuk menambah luas lahan tersebut di beberapa daerah.
Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini pihaknya turut menggencarkan program intensifikasi di seluruh lahan baku sawah yang ada, dengan harapan bisa menaikkan produksi sebesar 0,2 ton per hektare.
Ia mengungkapkan alasan produksi beras pada tahun 2023 yang sedikit menurun diakibatkan oleh fenomena alam El Nino, sehingga hal ini berdampak pada hasil produksi beras di Tanah Air.
Adapun merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras di Indonesia pada tahun 2023 yakni sebesar 31,10 juta ton. Angka ini dihitung dari produksi padi sebesar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG) yang dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk.
Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis menyampaikan guna menjaga produksi di tingkat produsen, pihaknya terus mengupayakan menjaga Nilai Tukar Petani (NTP) agar tetap stabil.
Hal tersebut menjadi salah satu cara guna bisa mendukung program MBG sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang dibuat Presiden dalam Astacitanya.
"Jika kita melihat data dari NTP, sejak 2022 NTP petani itu tidak pernah turun di bawah 100. Karena memang kita menjaga agar tidak di bawah harga pokok, sehingga petani kita masih memiliki insentif dalam berproduksi. Sehingga itu juga akan mendorong kemandirian pangan karena lebih banyak lagi yang akan berproduksi," kata dia.
Selain itu dirinya menyatakan, berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), selama periode 2023--2024 Indonesia menjadi negara ke-empat produsen beras terbanyak dengan proporsi impor terhadap kebutuhan hanya 1,4 persen, serta secara kumulatif mampu menyuplai 6 persen terhadap kebutuhan beras global. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran pendidikan RI 2027 mencapai Rp820,9 triliun. Simak perbandingan rasio pendidikan Indonesia dengan negara ASEAN.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru erupsi Selasa malam. Ibu berstatus Waspada, sedangkan dua lainnya Siaga.
Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 rampung 100%, tetapi belum beroperasi. Simak alasan dan proses yang masih harus diselesaikan.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 19 Agustus 2026 didominasi berawan. Kulon Progo berpotensi udara kabur dan suhu Jogja mencapai 32 derajat.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 19 Agustus 2026 hadir di Sambipitu. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.