Geely Investasi Rp1,7 Triliun, Bidik Pengembangan Battery Swapping
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Seorang pengunjung melihat teknologi alat kesehatan yang dibuat oleh produsen dalam negeri di pameran Business Matching Alat Kesehatan yang digelar Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (21/8/2024). ANTARA/Muzdaffar Fauzan
JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan dengan memproduksi alat kesehatan di dalam negeri, maka akan bisa menurunkan biaya pengobatan, mengingat alat, yang digunakan nantinya memiliki ongkos produksi dan perawatan, yang lebih rendah.
"Kita harapkan kalau bisa diproduksi dalam negeri, biaya produksinya ataupun biaya importasinya juga lebih rendah, dan juga maintenance-nya dapat dilakukan dalam negeri. Harapannya begitu," ujar Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Dirjen Farmalkes) Kemenkes Lucia Rizka Andalucia usai acara temu bisnis (business matching) bersama Kementerian Perindustrian di Jakarta, Rabu.
Dirinya menyampaikan alat kesehatan memiliki komponen sekitar 30-50 persen dari total biaya pengobatan yang dilakukan, sehingga dengan mendorong industri dalam negeri melakukan produksi alat kesehatan secara mandiri, hal tersebut bisa mengurangi biaya pengobatan sekaligus menjalankan substitusi impor.
Rizka mengatakan guna mendukung kemandirian alat kesehatan, pihaknya telah menerapkan beberapa strategi, seperti melakukan kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan asosiasi terkait untuk melakukan penelitian dan pengembangan (research and development) mulai dari hulu hingga fase penjualan di hilir.
Sedangkan, dari sisi administrasi, menurut dia, pemerintah telah menyiapkan Peraturan Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (PP Kesehatan).
"Pengembangan industri alat kesehatan membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah, baik melalui peningkatan penggunaan alat kesehatan dalam negeri dan jaminan pasar," katanya.
Lebih lanjut, Rizka mengatakan saat ini produk alat kesehatan buatan domestik memiliki kualitas yang lebih baik dari buatan global. Seperti halnya jarum suntik Indonesia yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Children's Fund (Unicef).
"Jadi jarum suntik yang diproduksi di Indonesia itu di-procure oleh Unicef untuk seluruh dunia karena sudah mendapatkan prakualifikasi dari WHO," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan industri alat kesehatan dalam negeri telah berhasil menjalin kerja sama bersama Turki dengan nilai bisnis mencapai 10,5 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Kerja sama yang terjalin itu dikukuhkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dalam forum bisnis yang bertajuk Enhancing the Collaboration of Indonesia -Turkey Medical Device industry pada perhelatan Expomed Eurasia 2024, di Istanbul, Turki, pada 25-27 April 2024. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.