Lavrov Dorong Terbentuknya Negara Palestina Berdasarkan Resolusi PBB
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik
BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membuka lahan seluas 123 hektare untuk mengembangkan komoditas tanaman perkebunan di lima kapanewon atau kecamatan di daerah tersebut.
"Kita sudah punya 'deal' (sepakat) sama Kementan (Kementerian Pertanian) akan membuka lahan untuk komoditas perkebunan itu besar besaran," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai menghadiri rapat Evaluasi Progres Pembangunan Pertanian di Bantul, Senin.
Menurut dia, lahan seluas 123 hektare untuk pengembangan komoditas perkebunan tersebut akan dibuka di wilayah kapanewon Imogiri, Dlingo, Pleret, Piyungan, dan Pundong.
"Itu untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Jadi, jangan sampai ada yang menganggur, lahan Bantul ini kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk menghasilkan pendapatan," katanya.
Dalam memilih lokasi lahan untuk perkebunan tersebut, kata dia, nantinya akan dilakukan langkah pengukuran pH atau tingkat keasaman tanah, untuk mengetahui komoditas perkebunan apa yang cocok pada lahan tersebut.
"Maka ini kita hadirkan dari pakar UGM untuk memberikan saran berdasarkan riset yang dilakukan jadi kampus itu kita libatkan, untuk memastikan upaya yang kita lakukan itu efektif karena dilandasi oleh ilmu," katanya.
Menurut dia, pengembangan lahan perkebunan tersebut sejalan dengan program Presiden yang menginstruksikan kepada seluruh daerah yang potensial pertanian untuk mengembalikan pertanian sebagai soko guru ekonomi Indonesia.
"Karena Indonesia di zaman dulu adalah negara agraris, kita dikaruniai alam, tanah, cuaca iklim yang cocok dengan pertanian, maka itu jangan ditinggalkan, meninggalkan itu sama saja kita bunuh diri, karena Tuhan menciptakan Indonesia itu sejak zaman dulu itu memang sebagai negara agraris," katanya.
Dengan demikian, kata dia, berangkat dari kesadaran tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah ini memiliki target pertumbuhan sektor pertanian yang sangat besar.
"Sektor pertanian di Bantul ini coba kita kembangkan tidak bertumpu pada satu dua komoditi saja, sekarang kita merambah ke komoditi perkebunan, kakau, kelapa kopyor, kelapa genjah, mete, alpukat itu komoditi perkebunan yang coba kita kembangkan," katanya. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Gibran meminta investigasi dugaan keracunan MBG di Batang dituntaskan secara transparan dan korban mendapat penanganan hingga pulih.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Kalapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto mengakui memerintahkan pemindahan barang setelah temuan Ombudsman RI.
Guru SD Negeri Ledoknongko Sleman terluka diserang wali murid menggunakan parang. Polisi menyebut insiden diduga dipicu miskomunikasi.