Prabowo Pimpin Rapat DEN 2026, Bahas Stok BBM dan Target E50
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
Sekolah Lapang Iklim Tematik BMKG di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (22/9/2025). Antara/Kominfo Gunungkidul
GUNUNGKIDUL—Sekolah Lapang Iklim (SLI) 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Klimatologi di Balai Kelurahan Pilangrejo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong petani daerah itu semakin tangguh dalam menghadapi cuaca ekstrem maupun perubahan cuaca.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat membuka SLI Tematik 2025 di Gunungkidul, Senin, menekankan pentingnya kesiapan petani menghadapi fenomena cuaca ekstrem, sebab intensitas cuaca ekstrem, baik basah maupun kering semakin meningkat dari tahun ke tahun.
"Cuaca ekstrem sebenarnya bisa diprediksi sebelumnya. Petani perlu terbiasa membaca informasi cuaca, bahkan cukup lewat gawai, untuk menyesuaikan pola tanam. Dengan cara ini, kerusakan tanaman dapat diminimalisasi, hasil panen lebih optimal, dan ketahanan pangan semakin kuat," katanya.
Menurut dia, kemampuan petani dalam memahami iklim akan berkontribusi pada keberhasilan swasembada pangan dan pengendalian inflasi.
Oleh karena itu, kata dia, dengan kegiatan Sekolah Lapang Iklim ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.
Sementara itu, Ketua penyelenggara SLI Anita Windrati mengatakan sekolah lapang ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya informasi cuaca dan iklim bagi para petani, khususnya petani hortikultura bawang merah dan petani cabai.
Kegiatan bertema "Implementasi Program Unggulan GNPI melalui Sinergi Pertanian Berkelanjutan: Paham Iklim, Petani Tangguh" tersebut diikuti 60 peserta terdiri atas petani hortikultura dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT).
"Materi utama meliputi pemanfaatan informasi cuaca, pengenalan alat ukur cuaca dan iklim, serta pemahaman analisis iklim. Harapannya, petani bisa lebih adaptif dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem," katanya.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan pertanian adalah tulang punggung perekonomian daerah, namun rentan terhadap perubahan iklim. Oleh sebab itu, program SLI dinilai sangat penting untuk memperkuat kemampuan adaptasi petani.
"Apresiasi BMKG Stasiun Klimatologi DIY yang terus mendampingi petani melalui metode learning by doing. Dengan begitu, para petani tidak hanya paham teori, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana menganalisis dan menerapkan informasi iklim dalam usaha tani," katanya. (Antara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
DPUPKP Sleman memperingatkan ancaman krisis hunian 10-20 tahun mendatang dan mendorong pengembangan hunian vertikal bagi warga berpenghasilan rendah.
Jadwal SIM Keliling Sleman Jumat 18 September 2026 di MPP, Simmade AMPTA, dan Satpas Polresta. Cek lokasi serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri