Menyapa Nusantara

Bantul Membuka Lahan 123 Hektare untuk Kembangkan Komoditas Perkebunan

Newswire
Selasa, 11 November 2025 - 18:52 WIB
Maya Herawati
Bantul Membuka Lahan 123 Hektare untuk Kembangkan Komoditas Perkebunan Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA - Hery Sidik

BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membuka lahan seluas 123 hektare untuk mengembangkan komoditas tanaman perkebunan di lima kapanewon atau kecamatan di daerah tersebut.

"Kita sudah punya 'deal' (sepakat) sama Kementan (Kementerian Pertanian) akan membuka lahan untuk komoditas perkebunan itu besar besaran," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai menghadiri rapat Evaluasi Progres Pembangunan Pertanian di Bantul, Senin.

Menurut dia, lahan seluas 123 hektare untuk pengembangan komoditas perkebunan tersebut akan dibuka di wilayah kapanewon Imogiri, Dlingo, Pleret, Piyungan, dan Pundong.

"Itu untuk optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Jadi, jangan sampai ada yang menganggur, lahan Bantul ini kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk menghasilkan pendapatan," katanya.

Dalam memilih lokasi lahan untuk perkebunan tersebut, kata dia, nantinya akan dilakukan langkah pengukuran pH atau tingkat keasaman tanah, untuk mengetahui komoditas perkebunan apa yang cocok pada lahan tersebut.

"Maka ini kita hadirkan dari pakar UGM untuk memberikan saran berdasarkan riset yang dilakukan jadi kampus itu kita libatkan, untuk memastikan upaya yang kita lakukan itu efektif karena dilandasi oleh ilmu," katanya.

Menurut dia, pengembangan lahan perkebunan tersebut sejalan dengan program Presiden yang menginstruksikan kepada seluruh daerah yang potensial pertanian untuk mengembalikan pertanian sebagai soko guru ekonomi Indonesia.

"Karena Indonesia di zaman dulu adalah negara agraris, kita dikaruniai alam, tanah, cuaca iklim yang cocok dengan pertanian, maka itu jangan ditinggalkan, meninggalkan itu sama saja kita bunuh diri, karena Tuhan menciptakan Indonesia itu sejak zaman dulu itu memang sebagai negara agraris," katanya.

Dengan demikian, kata dia, berangkat dari kesadaran tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah ini memiliki target pertumbuhan sektor pertanian yang sangat besar.

"Sektor pertanian di Bantul ini coba kita kembangkan tidak bertumpu pada satu dua komoditi saja, sekarang kita merambah ke komoditi perkebunan, kakau, kelapa kopyor, kelapa genjah, mete, alpukat itu komoditi perkebunan yang coba kita kembangkan," katanya. ANTARA

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Perbaikan Sekolah Rusak di Indonesia

Perbaikan Sekolah Rusak di Indonesia

Menyapanusantara | 3 months ago
Cegah Penyakit Ginjal

Cegah Penyakit Ginjal

Menyapanusantara | 4 months ago

Advertisement

Sekolah Rakyat dan Jalan Keluar Kemiskinan

Sekolah Rakyat dan Jalan Keluar Kemiskinan

Menyapanusantara | 4 months ago
Ekspor Kelapa Indonesia Melesat

Ekspor Kelapa Indonesia Melesat

Menyapanusantara | 4 months ago

Advertisement

Harian Jogja
Cara Tebus Pupuk Bersubsidi

Cara Tebus Pupuk Bersubsidi

Menyapanusantara | 4 months ago
Babak Baru Penanganan Sampah di Indonesia

Babak Baru Penanganan Sampah di Indonesia

Menyapanusantara | 4 months ago
Pelindungan Pekerja Migran Perempuan

Pelindungan Pekerja Migran Perempuan

Menyapanusantara | 4 months ago

Advertisement

Advertisement